Tangkapan layar pengeroyokan tragis yang mewarnai Hari Jadi ke-99 Persebaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Kasus pengeroyokan tragis yang mewarnai Hari Jadi ke-99 Persebaya mulai menemui titik terang. Insiden yang mengakibatkan satu orang suporter tewas dan satu lainnya kritis tersebut direspons cepat oleh pihak kepolisian dengan membekuk dua pemuda terduga pelaku.
Kedua pelaku yang diketahui tergabung dalam kelompok gangster SETARA ini merupakan warga Jalan Kedung Sroko Gang VII, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.
BACA JUGA:
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan terhadap kedua terduga pelaku pembacokan ini dilakukan secara maraton pada Jumat (19/6/2026) dan Sabtu (20/6/2026). Pelaku diketahui bernama Nabil (22) dan Rama (20) yang masih memiliki hubungan kekerabatan.
Aksi pembacokan itu sendiri terjadi di Jalan Sumatra (sekitaran Hotel Sahid) pada Kamis (19/6/2026) dini hari.
Seorang warga Jalan Kedung Sroko, Wawan (40), menceritakan ketegangan saat proses penggerebekan awal yang dilakukan oleh aparat kepolisian di kampungnya pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB.
"Sekitar ada 8 anggota polisi berpakaian preman menggerebek rumah berwarna hijau yang ditinggali oleh Nabil, putra dari Pak Jami'i, juga polisi ke rumah Rama sebelahnya. Namun Nabil dan Rama tidak ada di tempat, kemungkinan telah melarikan diri ke Madura. Dan penggerebekan itu terkait kejadian di depan Hotel Sahid," ujar Wawan, Sabtu (20/6/2026).
Nabil dan Rama teridentifikasi sebagai pelaku pembacokan terhadap dua anggota kelompok Bonek Sepanjang, yakni Gionaldo Abraham Dandel dan Bobi. Korban Gionaldo dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Ubaya akibat luka bacok yang parah. Sementara itu, korban Bobi berhasil selamat meski harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari akibat luka bacok di bagian punggung.
Karena kedua pelaku tidak berada di kediamannya saat digerebek, Unit Jatanras Polrestabes Surabaya bersama Polsek Tambaksari langsung bergerak cepat melakukan pengejaran hingga ke Kabupaten Sumenep, Madura, tempat persembunyian keduanya.
"Infonya Nabil dan Rama itu melarikan diri ke Sumenep setelah wajahnya terlihat viral di media sosial," tambah Wawan.
Warga sekitar lainnya, Uus (45), juga membenarkan bahwa foto dan rekaman video yang beredar luas di jagat maya tersebut adalah benar sosok Nabil dan Rama.
"Jadi bila dilihat untuk helm putih jaket hitam itu Nabil, sedangkan yang menggunakan hoodie putih itu Rama," ungkap Uus saat berada di lokasi penangkapan, Sabtu (20/6/2026).
Pelarian kedua anggota gangster ini akhirnya kandas. Pada Sabtu (20/6/2026) siang sekitar pukul 13.30 WIB, petugas kepolisian kembali membawa Nabil dan Rama ke rumah mereka dalam kondisi dikeler untuk menunjukkan barang bukti.
Dari penggeledahan di rumah bercat hijau tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting yang diduga kuat digunakan saat aksi pengeroyokan.
"Beberapa polisi menangkap Nabil dan Rama serta membawa barang bukti helm putih, jaket hitam, hoodie putih dan celurit, semua warga menyaksikan," tutup Uus.
Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penangkapan ini, Kanitreskrim Polsek Tambaksari, Ipda Amirudin, menjelaskan bahwa penanganan kasus tersebut kini sepenuhnya dipusatkan di tingkat polres.
"Tentang tangkapan tersebut kami belum jelas mengetahui, namun kasus itu diambil alih oleh Unit Jatanras Polrestabes Surabaya. Kemungkinan besar yang menangkap adalah Satreskrim Polrestabes Surabaya," pungkas Amirudin. (rus/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




