"Apa-apaan ini. Seharusnya kan SKPD yang rapotnya jelek atau kurang baik atau sangat kurang yang di-Teppa. Namun, justru di balik. SKPD yang raportnya baik di-Teppa. Tapi, yang jelek tidak di-Teppa," tukas Tarso.
Untuk itu, mayoritas anggota Teppa, baik dari staf ahli Bupati, asisten, DPPKAD dan Bapeda sepakat tidak ikuti Teppa triwulan III. "Biar di-Teppa Gunawan (Kabag Pembangunan) sendiri," jelas Tarso.
Seharusnya, kata Tarso, Bagian Pembangunan yang dipimpin Gunawan Setijadi yang juga sekretaris Teppa, seharusnya di-Teppa pertama. Tapi, justru tidak masuk dalam daftar Teppa. "Ini kan akal-akalan saja," ungkapnya.
18 kecamatan, lanjut Tarso, seharusnya juga mendapatkan atensi khusus dalam Teppa triwulan III. Sebab, berdasarkan Teppa triwulan II serapannya semuanya 82 persen. "Ini kan contekan. Masa 18 kecamatan serapannya sama. Seperti laporan anak TK saja, contekan," katanya.
Tarso menambahkan, semua anggota Teppa kecewa dengan sekretaris Teppa, Gunawan Setijadi yang juga Kabag Pembangunan.
Sebab, sebelum lakukan Teppa tidak bermusyawarah terlebih dahulu dengan anggota Teppa untuk menentukan mana saja SKPD yang perlu dilakukan Teppa. "Teppa kok diputuskan sendiri. Ini birokrasi bukan organisasi ISIS, " pungkasnya.
Sayang, Sekretaris tim Teppa APBD 2015, Gunawan Setijadi, belum bisa dikonfirmasi soal pemboikotan anggota tim Teppa APBD 2015 tersebut. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




