Sapi kurban yang disalurkan oleh kader PKB, Anggota DPR RI Dapil Lumajang - Jember, Rivqy Abdul Halim ke masyarakat dan pesantren
“Mari kita jadikan momentum Iduladha ini untuk kembali ke pesantren. Cikal bakal berdirinya negeri ini tidak lepas dari tangan dingin pesantren,” tuturnya.
Anggota DPRD Jawa Timur tersebut menegaskan hubungan Nahdlatul Ulama dan pesantren merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Karena itu, menjaga dan memperkuat pesantren dinilai sama dengan merawat tradisi keislaman dan kebangsaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia.
“Selain itu, dawuh para kiai, pesantren itu NU kecil, sedangkan NU adalah pesantren besar. Pesantren dan NU tidak bisa dipisahkan. Menguatkan pesantren sama halnya dengan membesarkan NU,” ujarnya.
Azam menambahkan, semangat berkurban seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Berkurban mengajarkan kita untuk melunturkan ego pribadi. Berjuang di partai politik juga harus diniatkan untuk masyarakat, bukan sekadar kepentingan diri sendiri,” pungkasnya. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




