Mantan pegawai negeri sipil tersebut mengaku telah menunggu lebih dari satu dekade untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Ia menyisihkan sebagian penghasilannya setiap bulan demi memenuhi biaya perjalanan haji.
"Menanti sudah 13,5 tahun. Saya memang menabung dari tahun 2012 untuk mendaftar, lalu untuk melunasi juga saya menabung. Sebulannya menyisihkan Rp 500.000," katanya.
Keduanya berharap dapat menjalani ibadah haji dengan lancar dan mampu beradaptasi dengan kondisi di Arab Saudi, mulai dari makanan hingga cuaca.
"Saya berdoa supaya akrab dengan suasana di negeri ini. Baik itu makanan, lingkungan, cuaca, dan semuanya. Biar akrab seperti di rumah sendiri," sebutnya.
Amat mengatakan doa yang dibawanya dalam secarik kertas merupakan amanah dari kerabat yang sebelumnya pernah menunaikan ibadah haji.
"Kertas doa itu dari saudara yang sudah pernah kesini (berhaji), memberikan 'sangu' (bekal) berupa doa untuk saya dan suami untuk dibacakan setelah turun dari pesawat. Saya berharap dalam ibadah haji ini bisa beribadah dengan khusyuk, sempurna, dan pulang dari haji bersama suami bisa meraih haji mabrur," tuturnya. (msn/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




