Ikan sapu-sapu yang ditangkap.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ikan sapu-sapu yang berasal dari Sungai Amazon kembali menjadi sorotan karena populasinya berkembang pesat di perairan Indonesia tanpa musuh alami.
Spesies dari famili Loricaridae ini dikenal invasif dan menimbulkan masalah di berbagai perairan hangat dunia, mulai dari Indonesia, Sri Lanka, India hingga Florida.
Pakar ikan lulusan Universitas Negeri Jember, Surasman, menjelaskan satu ekor betina ikan sapu-sapu mampu menghasilkan hingga 19.000 telur dalam satu siklus, dan dapat berkembang biak beberapa kali dalam setahun.
“Dari sisi kontrol biologis, pemanfaatan predator alami seperti ikan Baung dan Betutu dapat membantu mengendalikan populasi, meskipun hanya efektif pada fase juvenil ikan sapu-sapu berukuran 0,6 sampai 1,0 cm,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (27/4/2026).
Ia menambahkan, hasil penelitiannya menunjukkan biawak air di Indonesia juga memangsa ikan sapu-sapu. Temuan ini diharapkan dapat mempercepat ekosistem predator lokal dalam mengendalikan populasi ikan invasif tersebut.
“Setelah hasil penelitian kami ternyata biawak air di Indonesia juga memburu untuk dijadikan percepatan ekosistem biawak bahkan kekebalan tubuhnya,” katanya.
Surasman menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengendalian populasi ikan sapu-sapu.
“Ingat kepada masyarakat jangan membuang ikan sapu-sapu ke sungai. Lebih baik dimatikan atau dikubur seperti yang sudah dilakukan pihak Pemprov DKI Jakarta,” pungkasnya. (ard/afa/mar)





