IPNU–IPPNU Jabon menggelar Kumpul Asik Lan Diskusi (KUASAI) dengan tema “Membentuk Kesadaran Kolektif Pelajar Ditengah Krisis Moralitas”
SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Fenomena krisis moral di kalangan pelajar menjadi perhatian serius IPNU-IPPNU Kecamatan Jabon yang menilai terjadi penurunan sikap empati dan tanggung jawab sosial generasi muda, Selasa (14/4/2026).
Gejala tersebut terlihat dari mulai memudarnya sikap saling menghargai, empati, hingga tanggung jawab sosial di lingkungan pelajar.
Kondisi ini dinilai tidak muncul secara tiba-tiba. Faktor lingkungan, pergaulan, serta penggunaan media sosial yang kurang bijak disebut menjadi pemicu utama menurunnya kualitas karakter pelajar saat ini.
Jika tidak segera ditangani, situasi tersebut dikhawatirkan berdampak lebih luas terhadap kehidupan sosial generasi muda di masa mendatang.
Menanggapi hal itu, IPNU–IPPNU Jabon menggelar kegiatan Kumpul Asik Lan Diskusi (KUASAI) bertema “Membentuk Kesadaran Kolektif Pelajar Ditengah Krisis Moralitas” dengan menghadirkan narasumber H. Sirojul Chakim, M.Pd., selaku pembina IPNU-IPPNU Kecamatan Jabon.
Dalam kesempatan tersebut, Sirojul menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar sebagai upaya menjaga nilai, norma, dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
"Tidak hanya berasal dari individu, kesadaran kolektif juga harus tumbuh melalui interaksi sosial yang sehat serta lingkungan yang mendukung," kata Sirojul dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan, krisis moralitas juga berdampak pada organisasi pelajar, seperti menurunnya komitmen anggota, lemahnya tanggung jawab, hingga berkurangnya kepedulian antar sesama.
"Oleh karena itu, organisasi memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter," tandasnya.
Sirojul menegaskan bahwa organisasi menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai etika, budaya, serta tanggung jawab secara berkelanjutan.
Ia juga mendorong IPNU–IPPNU Jabon untuk memperkuat komunikasi antaranggota, melakukan evaluasi rutin, serta menghadirkan keteladanan dari para pemimpin organisasi sebagai langkah konkret membangun karakter pelajar.
"Dengan upaya tersebut, organisasi pelajar diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkegiatan semata, tetapi juga mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berintegritas, memiliki solidaritas tinggi, serta kepedulian sosial yang kuat," pungkasnya. (mdr/van)





