Bupati Fandi Akhmad Yani bersama penyandang autisme dalam peringatan hari peduli autisme sedunia. foto: ist.
"Maka ini yang terus kita dorong agar menuju Kabupaten Gresik yang inklusif," cetusnya.
Kedua, medis dan terapi, saat ini Kabupaten Gresik sudah mempunyai fasilitas ini bagi masyarakat Gresik yang membutuhkan. Diharapkan ini terus konsisten dan berkelanjutan. Ketiga adalah keluarga, punya peran penting dalam memberikan perhatian yang lebih untuk anak-anak yang istimewa ini dengan penuh kesabaran.
"Sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan yang setara salah satunya terdapat 72 Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD). Di mana 36 di antaranya melalui penempatan oleh Disnaker, dengan rincian TKPD asal Gresik yang bekerja di instansi pemerintah 15 orang, BUMN dan BUMD 11 orang, dan perusahaan swasta 46 orang," terangnya.
Dikatakan Bupati, pemerintah terus mendorong memberikan kesempatan untuk anak-anak istimewa ini. Tercatat di Disnaker ada 11 perusahaan yang sudah mewujudkan kesempatan untuk bekerja.
"Mudah-mudahan ada kepedulian yang bertambah dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Gresik," harapnya.
"Anak-anak ini harus didampingi sesuai keterampilan maupun potensi yang dimiliki untuk prestasinya di masa depan. Karena anak-anak ini adalah harapan yang perlu dukungan kita semua," pungkasnya.
Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia 2026 mengusung tema "Akses Nyata Gerakan Kesetaraan Anak Spektrum Autisme" (ANGKASA).
Sebagai aksi mengubah fokus dari sekadar berkesadaran menuju penerimaan, penghargaan, dan pemberdayaan penyandang autisme di Kabupaten Gresik. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




