PNM Mekaar Berdayakan 22,9 Juta Perempuan Ultra Mikro di Indonesia

PNM Mekaar Berdayakan 22,9 Juta Perempuan Ultra Mikro di Indonesia

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Kisah perjuangan perempuan prasejahtera seperti Triyulianti, pengemudi ojek online, dan Novi, sopir taksi di ibu kota, mencerminkan beban ekonomi yang dipikul jutaan ibu di Indonesia. Mereka bekerja keras demi keluarga, sekaligus menjadi tulang punggung rumah tangga.

Di tengah keterbatasan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) untuk mendukung perempuan ultra mikro. Program ini memberikan pembiayaan tanpa agunan, pendampingan usaha mingguan, serta pelatihan literasi keuangan dan keterampilan wirausaha.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan mandat negara. 

“Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia, khususnya prasejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, EVP Pengembangan & Jasa Manajemen PNM, Razaq Manan Ahmad, menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai inti strategi pembangunan berkelanjutan. 

“Stronger the women, stronger the nation. Perempuan merupakan motor penggerak utama dalam menciptakan kemajuan ekonomi dan sosial,” katanya.

Ia menambahkan, 73 persen pembiayaan PNM berbasis syariah dengan pendampingan usaha agar nasabah mampu berkembang. 

“Kami bekali nasabah dengan pendampingan usaha dan pemberdayaan agar mereka mampu maju lebih terarah dan memberi dampak yang lebih besar bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” paparnya.

Hingga Februari 2026, PNM telah melayani 22,9 juta nasabah perempuan ultra mikro dan menjangkau 60.250 desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Program Mekaar kini menjadi salah satu lembaga pemberdayaan perempuan terbesar di dunia, melampaui berbagai institusi mikrofinansial global. (ina/mar)