Minggu, 23 Februari 2020 16:43

RDP 4 Pilar Kebangsaan, Anggota MPR Hj Sadarestuwati Ingatkan Bahaya Money Politik ke Pemilih Pemula

Senin, 16 November 2015 19:48 WIB
RDP 4 Pilar Kebangsaan, Anggota MPR Hj Sadarestuwati Ingatkan Bahaya Money Politik ke Pemilih Pemula
Siswa MAN dan MA swasta saat RDP dengan anggota MPR Hj Sadarestuwati. foto: adi susanto/BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menghadapi proses Pilkada serentak 2015, perilaku Pancasilais harus diterapkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Kebiasaan money politik yang selama ini untuk menipu rakyat dalam memilih pemimpin, harus mulai diubah, karena hal itu bukan perilaku Pancasila sebagai dasar utama negara Indonesia. Hal itu diungkapkan dalam "Rapat Dengar Pendapat (RDP) 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika)" anggota MPR, Hj. Sadarestuwati bersama ratusan siswa–siswi Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta se Kabupaten Jombang, Senin (16/11/2015).

"Seringkali dalam memilih pemimpin, masyarakat masih terjebak oleh dua puluh ribu lima puluh ribu atau seratus ribu, akhirnya perubahan sampai kapan pun susah akan terwujud," terang Estu panggilan akrab Sadarestuwati kepada para pemilih pemula ini.

Meski Jombang masih kurang 3 tahun lagi menhadapi pilkada serentak, namun diharapkan melalui sentuhan para pemilih pemula ini perubahan bisa terwujud. Ia mengingatkan, pemerintah daerah punya kewajiban untuk ikut berperan aktif dalam proses pemilihan pemimpin dengan memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat.

"Yang harus berpancasila itu bukan hanya masyarakatnya, tapi juga pemerintahnya," tegasnya. Selain itu, Anggota DPR Komisi V ini juga menegaskan, ia ingin ada perubahan di tingkat masyarakat. "Kita ingin mengubah kebiasaan salah yang selama ini berjalan agar menjadi lebih baik," katanya.

Salah satu peserta yang hadir, Bambang, salah satu siswa Madrasah Aliyah Swasta Jombang mengatakan, ia baru mengetahui kalau perilaku semacam itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. "Itu kan padahal sudah umum lah di masyarakat, kalau setiap ada pemilihan, selalu menanyakan adanya uang pengganti coblosan ternyata itu tidak benar dan merusak Pancasila," tandasnya. (adv)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...