Cukup dengan merogoh kocek Rp140.000 nett/pax, pengunjung sudah bisa menikmati aneka hidangan mewah yang menunya berganti setiap hari.
Keputusan mengangkat tema "Jalur Sutra" tahun ini didasari oleh antusiasme tinggi masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya. Tercatat pada Ramadhan lalu, jumlah kunjungan menembus angka 4.300 orang hanya dalam kurun waktu 25 hari.
"Alhamdulillah tahun kemarin antusiasme warga Kota Batu dan Malang luar biasa. Mencapai 4.300 pax. Untuk tahun ini kami mengangkat tema jalur sutra. Perpaduan menu Arabic, Maroko, dan Asia Selatan. Yang pasti tamu-tamu akan penasaran," terangnya optimis.

Salah satu primadona yang mencuri perhatian adalah Nasi Mandi asal Hadramaut, Yaman, yang kaya akan rempah dan biasanya disajikan dengan daging kambing atau ayam yang empuk. Menu khas lainnya seperti sambosa dan roti maryam juga siap memanjakan lidah.
Selain menu internasional, tersedia pula hidangan nusantara yang melimpah, mulai dari nasi goreng mawut tepan, ikan masak woku, gulai daun singkong, hingga stan live cooking mie kikil dan roti bakar.
Sebagai pelengkap, aneka takjil tradisional seperti es cendol, kurma, bubur kacang ijo, hingga beragam gorengan hangat tetap menjadi suguhan yang tak boleh dilewatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




