JAKARTA, BANGSAONLINE.com - CEO Nvidia, Jansen Huang menegaskan perusahaan teknologi asal AS akan melakukan investasi besar-besaran di OpenAI.
Selain itu, Huang juga menepis sebagai omong kosong terkait menyebutkan bahwa dirinya tidak puas dengan bintang kecerdasan buatan generatif tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh CEO Nvidia, saat berada di Taipei setelah Wall Street Journal melaporkan rencana Nvidia berinvestasi hingga 100 miliar dolar AS di OpenAI ditunda.
Nvidia sebelumnya juga menyampaikan keraguan atas kesepakatan tersebut, dan kedua belah pihak meninjau ulang kerja sama itu.
“Itu sepenuhnya omong kosong. Kami akan melakukan investasi besar di OpenAI,” kata Huang kepada awak media.
Huang menegaskan, bahwa Nvidia tetap melanjutnya investasinya di OpenAI, yang ia sebut sebagai perusahaan yang berpengaruh di saat ini.
“Sam sedang menutup putaran pendanaan, dan kami pasti akan terlibat di dalamnya,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan OpenAI, Sam Altman mengatakan, bahwa investasi yang dilakukan itu merupakan investasi yang sangat besar yang pernah dilakukan.“Kami akan menginvestasikan dana dalam jumlah yang sangat besar, kemungkinan merupakan investasi terbesar yang pernah kami lakukan,” kata Sam, CEO OpenAI.
Nvidia saat ini mendominasi belanja prosesor yang dibutuhkan untuk melatih dan menjalankan model bahasa besar (large language models/LLM) yang menjadi dasar chatbot seperti ChatGPT milik OpenAI atau Gemini milik Google.
Penjualan unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia, yang awalnya dikembangkan untuk gim 3D, telah mendorong kapitalisasi pasar perusahaan tersebut melampaui 5 triliun dolar AS pada Oktober, meskipun angka tersebut kemudian turun lebih dari 600 miliar dolar AS.
Selain itu, para pengembang LLM seperti OpenAI mengarahkan sebagian besar investasi besar yang mereka terima ke produk-produk Nvidia, dengan cepat membangun pusat data yang dipenuhi GPU guna melayani lonjakan permintaan yang diperkirakan akan terjadi terhadap layanan kecerdasan buatan. (rif)






