Ilustrasi. Foto: Ist
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Aktivitas melaut nelayan di Bumi Wali terhenti hampir 2 pekan akibat cuaca buruk. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tuban, Faisol Rozi, menyampaikan bahwa kondisi ekstrem telah berlangsung sekitar 10 hari dan berdampak langsung pada aktivitas serta pendapatan nelayan.
“Sudah hampir dua minggu ini, sekitar 10 hari, cuaca memang dalam kondisi buruk sehingga nelayan tidak bisa melaut. Tentu ini memberikan dampak negatif, terutama pada penghasilan nelayan karena tidak ada tangkapan ikan yang bisa dibawa ke darat,” ujarnya, Rabu (13/1/2026).
Berdasarkan informasi dari BMKG, ia menyebut cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan. Meski nelayan kini memanfaatkan teknologi untuk memantau kondisi laut, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami tetap mengimbau nelayan agar tidak memaksakan diri melaut. Keselamatan adalah yang paling utama, meskipun teknologi sudah bisa membantu memprediksi cuaca,” tuturnya.
Ia menjelaskan, terdapat perbedaan signifikan hasil tangkapan ikan antara kondisi cuaca buruk dan normal. Saat cuaca baik, seluruh nelayan dapat bekerja dengan maksimal menggunakan berbagai alat tangkap.
“Dalam kondisi cuaca seperti sekarang, semua nelayan tidak melaut, baik nelayan cantrang, troll mini, pancing, jaring maupun pukat. Kalau cuaca normal, seluruh alat tangkap bisa digunakan dan hasilnya tentu jauh lebih maksimal,” ucapnya.
Faisol berharap, para nelayan tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca, sembari menunggu kondisi laut kembali aman untuk beraktivitas. (rom)






