Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai Rapat Paripurna Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jatim Masa Bakti 2025–2030 di Kantor BPSDM Jatim.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, mendorong Gerakan Pramuka Jatim tampil lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mendukung agenda pembangunan daerah maupun nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Khofifah selaku Ketua Majelis Pembina Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Jatim saat Rapat Paripurna Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jatim Masa Bakti 2025–2030 di Kantor BPSDM Jatim, Kamis (8/1/2026).
BACA JUGA:
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
- Hardiknas 2026: Gubernur Khofifah Tegaskan Jawa Timur Jadi Barometer Pendidikan Nasional
- May Day 2026: Gubernur Khofifah Ajak Kolaborasi Industri dan Pekerja
Rapat Paripurna Andalan Kwarda Pramuka Jatim ini menjadi tonggak awal penyusunan arah kebijakan dan program kerja Gerakan Pramuka Jatim lima tahun ke depan dengan komitmen menghadirkan kepramukaan yang adaptif, produktif, dan relevan dengan tantangan zaman.
Menurut Khofifah, produktivitas Pramuka bukan sekadar jargon, melainkan implementasi nyata nilai Satya dan Dasa Dharma Pramuka di tengah masyarakat. Ia menilai banyak Program Strategis Nasional yang dapat menjadi ruang kontribusi Pramuka jika dipetakan secara cepat, tepat, dan terarah.
“Pramuka harus produktif dan jeli melihat peluang. Program strategis nasional sudah ada, tinggal menentukan di titik mana Pramuka mengambil peran,” tegas Khofifah.
Ia menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara Gerakan Pramuka dan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim sebagai mitra strategis pelaksanaan program prioritas nasional.
“Peningkatan produktivitas Pramuka perlu didukung sinergi yang kuat dengan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim. Sinergi tersebut penting karena perangkat daerah menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program prioritas nasional,” ujarnya.
Dalam arahannya, Gubernur Jatim memaparkan sejumlah program strategis yang berpotensi melibatkan Pramuka, di antaranya swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, serta pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dari sektor perikanan.






