Gubernur Khofifah ketika menyapa pelajar dalam kunjungan kerja di Pacitan.
Sebagai gubernur perempuan pertama di Jawa Timur, Khofifah menekankan peran perempuan sebagai ibu, pendamping keluarga, sekaligus profesional di dunia kerja bagi para working mom.
"Perempuan dapat menjalankan tugasnya sebagai ibu, sekaligus sebagai pendamping suami dan sebagai seseorang yang berperan di lingkungan kerjanya bagi ibu-ibu yang juga working mom," ucapnya.
Di Jawa Timur, berbagai program strategis terus diperkuat untuk mendukung pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, politik, hukum, sosial, dan budaya.
Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas UMKM perempuan, perlindungan ibu dan anak, literasi digital, hingga mendorong partisipasi perempuan dalam politik dan kepemimpinan publik.
“Perempuan Jatim telah terbukti menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan dan kualitas keluarga serta ekonomi daerah, terutama di tengah berbagai tantangan global,” kata Khofifah.
Ia menegaskan, peringatan Hari Ibu tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan, melainkan refleksi kolektif untuk membangun lingkungan yang adil, sejahtera, inklusif, dan ramah bagi perempuan.
“Semangat Hari Ibu adalah semangat perjuangan dan pengabdian. Mari kita perkuat komitmen bersama untuk menghadirkan kebijakan dan tindakan nyata yang berpihak pada perempuan, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Peringatan Hari Ibu ke-97 diharapkan menjadi penguat langkah bersama dalam mendorong perempuan Indonesia, khususnya di Jawa Timur, untuk terus berkarya, berdaya, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan berkelanjutan.
"Mari bersama-sama terus maju dan berkontribusi, perempuan bisa terus mengambil peran penting dalam pembangunan dan menciptakan perubahan positif. Semoga peringatan hari ibu kali ini bisa jadi inspirasi buat semua perempuan Indonesia," pungkasnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




