Juri lomba saat memberi nilai pada salah satu peserta yang sedang tampil. Foto: Hendro Suhartono/BANGSAONLINE
“Karena setiap lomba ada putra dan putri, jadi setiap lembaga atau SD memberangkatkan empat anak sebagai pesertanya,” tandasnya.
Binti menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu menjaring bibit unggul di bidang seni baca Al-Qur’an sejak dini.
“Melalui lomba Tartil dan Qiro’ah di jenjang SD, kami berharap lahir generasi muda yang mahir dan mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari para pendidik. Salah satunya disampaikan oleh Aldila, guru pendamping peserta lomba dari salah satu SD di Kabupaten Madiun.
“Kegiatan ini sangat bagus, karena bisa melahirkan bibit-bibit unggul untuk tingkat lanjut. Saya harap kegiatan seperti ini lebih sering diadakan,” ungkap Aldila. (adv/dro)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




