Teken MoU, Bawaslu Sidoarjo Luncurkan Program Literasi Demokrasi

Teken MoU, Bawaslu Sidoarjo Luncurkan Program Literasi Demokrasi Bawaslu Sidoarjo meneken MoU program Literasi Demokrasi dengan sejumlah lembaga, Minggu (26/10/2025). foto: Mustain/BANGSAONLINE

Sedangkan kerjasama dengan TP PKK , bertujuan untuk menyasar segmen perempuan yang menjadi anggota PKK, dimana organisasi ini memiliki kepengurusan sampai tingkat RT.

"Untuk IPNU dan IPPNU, melihat mereka organisasi pelajar yang punya jajaran sampai di ranting tingkat bawah," pungkas alumni Universitas Jember (Unej) ini.

Sementara itu, forum Penguatan Kelembagaan ini menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin.

Wakil rakyat dari Partai Golkar ini memaparkan soal desain pemilu pasca putusan Makhamah Konstitusi (MK) Nomor 135 dan implikasinya bagi kehidupan politik.

Ia mengungkap, isi putusan MK Nomor 135 itu ada empat poin. Diantaranya tidak ada lagi perbedaan Pemilu dan Pilkada.

"Sekarang jadi satu, yakni rezim pemilu," cetus Zulfikar.

Dijelaskan, karena jadi satu, maka pemilu harus dipisah, karena ada azas Desentralisasi, yakni pemilu dipisah jadi pemilu pusat dan pemilu daerah.

Narasumber lainnya yang dihadirkan yakni Tenaga Ahli di DPR RI, M Sirotudin (daring), Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (2016-2023) Nuning Rodiyah, dan dosen sosiologi yang juga mantan panwaslu di London, Inggris, Abdul Qodir.

Masing-masing narasumber tersebut menyampaikan materi tentang penguatan peran dalam penataan manajemen kelembagaan dan tata kelola internal.

Forum Penguatan Kelembagaan ini dihadiri komisioner Jawa Timur, Ketua KPU ,

perwakilan Forkopimda , ormas, OKP, organisasi mahasiswa, parpol, penyandang disabilitas dan organisasi profesi wartawan. (sta/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Kecelakaan Karambol di Medaeng Sidoarjo, Truk Tabrak Tiga Mobil Hingga Terguling':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO