Wali Kota Pasuruan saat menghadiri audiensi dengan BPK.
KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemkot Pasuruan menggelar audiensi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) terkait optimalisasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), Selasa (23/09/2025).
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, memaparkan capaian daerah yang dipimpin dalam upaya menekan angka kemiskinan dalam agenda tersebut. Ia menyampaikan, angka kemiskinan di Kota Pasuruan menunjukkan tren penurunan berkat sinergi berbagai program dan kolaborasi lintas sektor.
BACA JUGA:
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Kota Pasuruan pada 2010 tercatat 15,70 ribu jiwa (7,90 persen), dan terus menurun hingga tahun ini menjadi 12,83 ribu jiwa (6,18 persen).
“Alhamdulillah, angka kemiskinan di Kota Pasuruan berhasil kita tekan. Hal ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat yang terus bergerak dalam pengentasan kemiskinan,” kata Adi.
Dalam kesempatan ini, ia juga menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pemberian bantuan sosial, program Gerebek Stunting, hingga penyediaan Sekolah Rakyat sesuai amanat pemerintah pusat.
“Saya bersyukur Kota Pasuruan menjadi uji petik dari Kementerian Pemberdayaan Masyarakat dan BPK. Tentu pemerintah bekerja atas dasar koordinasi, dan kita juga membuatkan regulasi berkaitan TKPKD,” ucapnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




