dr. Saiful Hadi, Kepala Dinas Kesehatan Tuban. foto: suwandi/BANGSAONLIE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Kesehatan mengimbau kepada warga agar waspada terhadap penularan virus HIV dan AIDS meskipun ada penurunan jumlah penderita. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Tuban, dr. Saiful Hadi.
Sampai Oktober 2015 ini, kata Saiful, penderita penyakit mematikan itu di Tuban sebanyak 81 orang. Angka ini cenderung turun apabila dibandingkan dengan sebelumnya yang mencapai 99 penderita.
BACA JUGA:
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Tuban Perketat Pengawasan Bahan Pokok
- Pemkab Tuban Siapkan Rekrutmen Berbasi Talenta untuk Isi 8 Kursi OPD yang Masih Kosong
“Memang jumlahnya sedikit, tapi ini tidak serta merta menunjukkan keberhasilan dalam menekan angka penderita HIV-AIDS. Justru harus lebih waspada supaya penyakit ini tidak tertular ke orang lain,” terang alumnus UNAIR Surabaya ini.
Ditambahkan Saiful, masyarakat awam harus paham terkait penularan penyakit ini. Terutama paling rawan yaitu melalui hubungan seksual yang selalu berganti pasangan. Hubungan seksual cukup berbahaya, bilamana salah satu pasangan terkena virus HIV Aids. Ditambah lagi, lanjut Saiful, kesadaran masyarakat yang enggan memeriksakan diri ke Rumah Sakit atau Puskesmas.
“Di Tuban sudah turun, tetapi di tingkat nasional angka penderita HIV AIDS ini malah meningkat,” ungkapnya.
Guna memfasilitasi para penderita atau warga yang ingin memeriksakan kesehatannya terhadap penyakit ini, Saiful menyampaikan bahwa kini Dinas Kesehatan sudah membuka klinik khusus pelayanan pemeriksaan di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Tuban.
“Klinik ini dapat digunakan warga yang memiliki kebiasaan kurang baik dengan urusan hubungan seksual, sehingga dapat memeriksakan kesehatannya. Ini dilakukan supaya ada langkah pengobatan sejak dini,” bebernya (wan/rev).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




