Para siswa saat mengikuti Apel Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). (Ist)
Di akhir tahun nanti, DP3AP2KB akan melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi dengan melihat implementasi indikator di sekolah SSK.
“Nanti kita lihat di akhir tahun implementasi SSK seperti apa di masing-masing sekolah. Kita beri apresiasi kepada sekolah yang mampu mewujudkan SSK semaksimal mungkin,” terangnya.
Dengan hadirnya SSK ini diharapkan bisa menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami dan siap menghadapi isu-isu kependudukan demi masa depan. Di samping itu juga membentuk siswa menjadi generasi berencana yang paham isu kependudukan, peduli terhadap masa depan, dan siap membina keluarga berkualitas.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 8 Kediri, Heri Setiawan, menyatakan siap mendukung program SSK. Menurutnya, adanya program SSK bisa menambah pengetahuan dan melatih literasi siswa tentang kependudukan serta meningkatkan kepekaan siswa terhadap kondisi sekitarnya termasuk kependudukan.
Ia menambahkan, penerapan SSK di sekolahnya sedang dirintis, diawali dengan penyusunan perangkat pembelajaran yang disisipkan di materi tentang SSK.
“Sebagai contoh implementasi SSK di mata pelajaran, misalnya pelajaran IPA bisa kita sisipi dengan program kesehatan reproduksi, stunting, atau materi yang berkaitan dengan SSK. Diharapkan dengan begitu siswa lebih memahami isu kependudukan dan lebih peduli serta bisa menjaga pergaulan dan bisa merencanakan masa depan lebih baik,” pungkasnya. (uji/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




