Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA bersama istri tercintanya, Nyai Hj Alif Fadhilah di Istana Negara Jakarta, Senin (25/8/2025). Foto: BANGSAONLINE
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Ternyata ada cerita menarik di balik penghargaan Maha Putra Nararya yang dianugrahkan kepada Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Senin (25/8/2025). Sejumlah sumber BANGSAONLINE menyebutkan bahwa penghargaan Maha Putra Nararya yang diberikan kepada Kiai Asep Saifuddin Chalim tidak melalui proses seperti umumnya.
“Ini lewat jalan tol. Langsung Istana,” kata sumber BANGSAONLINE seusai acara penganugrahan penghargaan kepada para tokoh oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
BACA JUGA:
- Hadiri Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Dicurhati Petani: Butuh Irigasi hingga Alat Pascapanen
- Sokong Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo Resmikan 10 Gudang Pangan dan 166 SPPG Polri
- Pimpin Panen Raya Jagung 1,23 Juta Ton Serentak di Tuban, Presiden Prabowo Coba Combine Harvester
- Presiden Prabowo Janjikan Bintang Mahaputera untuk Kapolri dan Panglima TNI, ini Alasannya
BANGSAONLINE mengonfirmasi kepada Prof Dr Agus Mulyana, salah seorang anggota Dewan Gelar. Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu membenarkan. Menurut dia, Dewan Gelar tak pernah membahas nama Kiai Asep.
“Nama Pak Yai Asep memang tak ada dalam pembahasan Dewan Gelar,” tutur Prof Agus Mulyana kepada BANGSAONLINE, Senin (25/8/2025).
Prof Agus Mulyana menjelaskan, jika Kiai Asep sekarang mendapat penghargaan Maha Putra Nararya berarti itu langsung dari presiden.
Menurut dia, penganugrahan Maha Putra Nararya itu bisa diusulkan oleh instansi tapi juga bisa langsung oleh presiden. Nama tokoh yang diusulkan lewat instansi biasanya dibahas lebih dulu di Dewan Gelar. Untuk Kiai Asep seharusnya diusulkan oleh Kementerian Agama atau Kementerian Pendidikan Nasional.
“Tapi tak ada data di Dewan Gelar. Kami belum pernah membahas nama Pak Kiai,” tutur Prof Agus Mulyana sembari mengatakan bahwa ia membahas nama-nama tokoh yang lain.
Menurut dia, presiden punya wewenang penuh untuk menganugrahkan penghargaan kepada tokoh nasoinal yang berprestasi dan berjasa bagi negara dan bangsa Indonesia sesusai perjuangan, keahlian dan dedikasinya.
“Karena itu ada nama yang sudah dibahas di Dewa Gelar tapi tak muncul di presiden. Tapi ada nama yang tak dibahas di Dewan Gelar justru muncul di presiden. Tapi umumnya nama dibahas di Dewan Gelar lalu diumumkan oleh presiden,” katanya.
Sementara Kiai Asep merespons positif atas penghargaan yang diberikan oleh Presiden Prabowo. Menurut dia, ini adalah ketentuan dari Allah SWT.
“Ini sudah ketentuan Allah SWT. Ini sama dengan abah saya. Dulu abah saya malah dihadang tapi presiden menetapkan sebagai pahlawan nasional,” kata Kiai Asep Saifuddin kepada BANGSAONLINE.
Abah Kiai Asep adalah KH Abdul Chalim yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2023.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur mendapat anugerah penghargaan Maha Putra Nararya dari Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Senin (25/8/2025).
Penghargaan itu dianugerahkan Presiden kepada Kiai Asep Saifuddin Chalim atas jasa luar biasa dalam pendidikan keagamaan melalui kepemimpinan Pesantren Amanatul Ummah.
Pantauan BANGSAONLINE di Istana Negara sekitar pukul 12. 25 WIB, Kiai Asep saat menerima penghargaan itu didampingi istri tercintanya, Nyai Hajjah Alif Fadhilah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




