Gubernur Khofifah saat meninjau pasien yang terpapar campak di Sumenep.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah turun langsung menangani Kasus Luar Biasa (KLB) Campak di Sumenep, Sabtu (23/8/2025). Ia memimpin Rapat Teknis penanganan KLB di Kantor Bupati Sumenep, dilanjutkan dengan kunjungan ke RSUD Moh. Anwar untuk menjenguk anak-anak yang tengah dirawat akibat campak.
Gubernur Khofifah juga menyaksikan langsung proses vaksinasi MR (Measles and Rubella) terhadap sepuluh anak di Pendopo Kabupaten Sumenep.
BACA JUGA:
- Dampingi Sheikh Afeefuddin di Ponpes Genggong, Gubernur Khofifah: Pesantren Benteng Moral Jatim
- Gubernur Khofifah Bahas Kerja Sama Jatim-Yaman di Grahadi
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
Didampingi Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, dan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten, ia menekankan pentingnya kerja terpadu dan terintegrasi lintas sektor dalam penanganan KLB ini.
"Secara vertikal, Kemenkes RI dan Pemprov Jatim telah hadir langsung. Bahkan ada institusi internasional yaitu UNICEF dan WHO. Secara horizontal, ada Bupati, Wakil Bupati dan berbagai institusi lain, termasuk jajaran TNI/Polri. Dari Dandim, Polres sampai dengan Babinsa Bhabinkamtibmas jadi semua harus terpadu, terintegrasi," ucapnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemprov Jatim akan melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau vaksinasi Campak-Rubela secara massal mulai 25 Agustus hingga 14 September 2025. Sosialisasi pentingnya imunisasi akan digencarkan hingga ke tingkat paling bawah masyarakat.
"Ini bekerjanya di lini paling bawah, oleh karena itu kami mohon semua elemen bersatu padu menyampaikan pesan ini kepada masyarakat," kata Khofifah.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep mencatat 17 anak meninggal akibat campak hingga Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, 16 anak tidak pernah diimunisasi dan satu lainnya belum lengkap imunisasinya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




