Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar P4TM atau Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura.
“Ada yang ikut patungan Rp50 juta, ada yang Rp600 juta, bahkan lebih. Semua ini dilakukan agar hasil panen petani bisa terserap dengan baik,” ujarnya.
Khairul juga menyampaikan pesan dari KH Achmad Rofi’i Baidawi, Pengasuh Pesantren Al Hamidi Banyuanyar, yang menjadi landasan gerakan tersebut: agar harga tembakau petani bisa terus meningkat.
“Alhamdulillah setelah tiga tahun kami melakukan pembelian, kini petani banyak uang, bisa menyekolahkan anaknya, membangun rumah, dan menabung,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah hadir memberikan perhatian serius terhadap nasib petani tembakau. Menurutnya, konvoi yang digagas bukan sekadar seremonial, melainkan pesan agar petani tidak lagi dipandang sebelah mata.
“Kami berharap bersama para ulama, berharap pemerintah untuk hadir. Sebenarnya konvoi ini bertujuan untuk memberitahu, petani tembakau ini jangan dipandang sebelah mata,” ucapnya.
Khairul juga menyatakan keterbukaannya kepada pihak mana pun yang ingin berinvestasi untuk membeli tembakau langsung dari petani. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




