Dandim Tuban saat meninjau lokasi lahan yang bakal dijadikan Eco Wisata Kampung Terpadu.
"Nantinya kami siapkan untuk camping ground, olahraga, rekreasi, bahkan spot menikmati sunrise dan sunset dengan pemandangan Bengawan Solo serta gemerlapnya Bojonegoro di malam hari,” kata Dandim 0811/Tuban.
Meski dirancang untuk mendukung lomba, kawasan ini terbuka dan gratis untuk masyarakat, baik dari Tuban maupun Bojonegoro. Lokasinya yang berada di perbatasan dinilai strategis sebagai ruang terbuka hijau dan tempat interaksi sosial.
"Siapa pun boleh datang, tidak ada biaya. Silakan olahraga, rekreasi, atau sekadar melepas penat di alam terbuka,” ucap Dicky.
Penilaian lomba dijadwalkan berlangsung akhir Agustus 2025. Namun, seluruh persiapan fisik dan pembangunan Kampung Terpadu ditargetkan rampung pada 20 Agustus.
"Kami ingin bukan hanya memenuhi penilaian lomba, tapi benar-benar meninggalkan warisan fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan warga dalam jangka panjang," pungkasnya. (coi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




