1000 Hari KH Abdul Halim Djasim Pasuruan, Ribuan Jemaah Padati PP Roudlotun Nursalim

1000 Hari KH Abdul Halim Djasim Pasuruan, Ribuan Jemaah Padati PP Roudlotun Nursalim Alm. KH. Abdul Halim Djasim, bersama istrinya, Hj. Nikmah Jamilah.

Menurut KH. Nukman, tanda-tanda kesalehan seseorang akan semakin tampak setelah ia wafat. Hal ini terbukti dari semakin banyaknya jamaah yang datang setiap tahun dalam peringatan hari wafat KH. Abdul Halim Djasim.

“Jika Allah mencintai seseorang, maka Allah akan mengabarkannya kepada Jibril, lalu Jibril menyampaikan kepada penghuni langit untuk turut mencintainya. Maka dia pun diterima di tengah masyarakat sebagai orang yang saleh dan dicintai,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengaitkan kesalehan dengan sifat kenabian sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an tentang Nabi Zakariya.

“Allah menyebut Nabi Zakariya sebagai sayyidan (pemimpin), hasuuran (menjaga diri), nabiyan (seorang nabi), dan termasuk dalam golongan orang-orang saleh. Jadi, kesalehan itu sejajar dengan derajat kenabian dalam dimensi akhlak,” ujarnya.

Di akhir ceramah, KH Nukman mengajak jamaah untuk mencintai dan mendekat kepada orang-orang saleh.

“Jika kamu mencintai orang saleh, maka di dalam dirimu ada kesalehan. Dan apabila kamu dicintai oleh orang saleh, maka yakinlah ada kebaikan tersembunyi dalam dirimu,” katanya.

Ia pun menitipkan pesan khusus kepada para santri bahwa belajar di pondok bukan hanya tentang mendengar pelajaran, tetapi juga menyaksikan langsung perilaku dan akhlak para guru.

“Kelebihan ngaji di pondok adalah bukan hanya mendengar, tapi juga melihat perangai para guru dan ulama,” pungkasnya.

Sebagai informasi, semenjak meninggalnya KH. Abdul Halim Djasim, Roudlotun Nursalim kini diasuh oleh istrinya, Hj. Nikmah Jamilah yang saat ini juga sebagai anggota DPRD Pasuruan. (afa/msn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO