LONDON, BANGSAONLINE.com - Tiga insinyur dari Chile menemukan biocircuit, yang diberi nama E-Kaia. Alat ini memanfaatkan energi fotosintetis tanaman, untuk keperluan ngecas ponsel.
dailymail.co.uk memberitakan, tiga cewek jenius ini adalah Evelyn Aravena, Camila Rupcich dan Carolina Guerrero. Mereka terinspirasi saat berada di kampus, batere ponsel habis, sementara semua colokan penuh. Akhirnya mereka serius memanfaatkan apa yang ada di lingkungannya.
BACA JUGA:
- Inovasi Penjernih Foto Berbasis AI Ini Bisa Diakses Gratis Lewat Browser
- Perbandingan Mekari Talenta vs Workday, Aplikasi HRIS Mana yang Paling Cocok Untuk Perusahaan Anda?
- Bocoran Desain iPhone Fold Semakin Kuat, Diperkirakan September 2026 Rilis
- WhatsApp Akan Rilis Paket Premium, Bisa Pin 20 Chat dan Ganti Icon
Maka, melalui diskusi panjang dan eksperimen sejak tahun 2009, ditemukannya prototipe E-Kaia ini. Intinya, Insinyur dari Chile telah mengembangkan charger USB yang memanfaatkan energi dari tanah dan mengubahnya menjadi listrik untuk perangkat mobile.
Sebuah pabrik tunggal dapat mengisi smartphone di sekitar satu setengah jam, atau biocircuit yang juga bisa digunakan untuk menyalakan senter, atau perangkat lain.
Videonya, bisa dilihat di http://in.reuters.com/video/2015/10/13/tapping-into-plant-energy-to-charge-phon?videoId=365924695&videoChannel=103&channelName=Oddly+Enough
Kaia adalah biocircuit yang ditanam di dekat akar tumbuhan, sementara output USB yang terhubung ditaruh di permukaan pot. Biocircuit menggunakan elektroda untuk menangkap elektron yang dihasilkan selama fotosintesis, dan diubah menjadi energi listrik. Teknologi ini dapat mengisi baterai telepon di sekitar satu jam setengah.
Saat bereksperimen itu, kewtiganya masih tercatat sebagai mahasiswi UC Duoc di Valparaíso dan Andrés Bello National University.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




