Gubernur Khofifah saat mendampingi Wapres Gibran di Banyuwangi.
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Wapres Gibran bersama Gubernur Khofifah melakukan kunjungan kerja ke Ruang Terbuka Hijau Maron, Banyuwangi, Senin (23/6/2025). Kunjungan tersebut dalam rangka menyapa nasabah dan pendamping program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dibina oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Gubernur Khofifah menjelaskan, program PNM Mekaar hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan perbankan karena tidak memiliki agunan.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
Dengan sistem pembiayaan berbasis kelompok yang inklusif dan tanpa jaminan, masyarakat prasejahtera kini mendapat peluang untuk memperoleh bantuan modal usaha.
"Melalui program PNM, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki usaha bisa membuka usaha sehingga mandiri secara ekonomi," kata Khofifah.
Tak hanya menyediakan pembiayaan, lanjut Khofifah, PNM juga memberikan pendampingan seperti pelatihan literasi keuangan, pembukuan sederhana, literasi digital, hingga pameran produk untuk meningkatkan kapasitas nasabah.
"PNM bersama mitra pemberdayaan hadir dari sisi ekonomi, sosial dan intelektual sehingga nasabah tidak sekadar mandiri tetapi juga cerdas dan kreatif mengolah produk," tuturnya.
Khofifah juga menyoroti keberhasilan program PNM Mekaar dalam mendukung penurunan angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur. Berdasarkan data, kemiskinan ekstrem pada 2020 tercatat 4,4 persen, dan menurun signifikan menjadi 0,66 persen pada September 2024 yang dirilis Maret 2025.
"Saya optimis, hadirnya program PNM Mekaar tidak sekadar membantu ekonomi masyarakat miskin, melainkan juga turut membantu pemerintah menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga zero sesuai target pada September 2025 yang dirilis tahun 2026," tegasnya.
Sejak diluncurkan pada 2017, PT PNM telah melayani 15,8 juta nasabah di seluruh Indonesia, termasuk 2,4 juta di Jawa Timur dan 139 ribu di Banyuwangi. Jumlah tersebut mencerminkan legalitas dan kredibilitas PNM sebagai lembaga keuangan resmi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Selain terdaftar di OJK, PT PNM juga tergabung dalam holding ultra mikro bersama BRI dan Pegadaian sebagai strategi pemerintah memperluas inklusi keuangan," tambah Khofifah.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




