Ketua Yayasan Darussalam RP. A. Wasirul Jihad saat memberikan tanda pelepasan kepada santri angkatan pertama di RA Insan Cendikia Pamekasan. (Ist)
“Alhamdulillah dari jumlah yang ada, 11 orang yang wajib dilanjutkan untuk belajar di jenjang yang lebih tinggi, kami doakan putra-putri dari wali santri akan menjadi anak-anak penerus bangsa yang dapat memberikan kebahagiaan kedua orang tuanya,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Yayasan Darussalam yang menaungi RA Insan Cendikia, ia menilai anak-anak saat menghafal bacaan Al-Quran dan cara putra-putri bersikap sudah sangat baik untuk seusianya.
“Anak-anak ini adalah kosong, akan tetapi ini adalah permata yang sangat berharga, maka dari itu mendidik anak sangat penting bagi orang tua, maka dari itu anak jika di ajari baik maka akan menjadi baik, jika buruk maka akan buruk karna anak ini adalah kosong,” tuturnya.
Wasir melanjutkan, bahwa ia sangat bangga memiliki guru-guru pengajar yang sangat handal dalam mengajar di RA Insan Cendikia, bahkan ia meyakini belum tentu orang tua murid sesabar guru pengajar dengan sabar.
“Kami bangga memiliki guru yang handal, makanya insyaallah hari ini perdana kami melihat banyak-banyak kekurangan, banyak-banyak ketidak sempurnaan dari seragam dan macam-macam. Insyaallah sebelum melaksanakan wisuda yang kedua bahkan setiap akan melaksanakan wisuda santri untuk RA Insan Cendikia harus lebih di persiapkan kembali. Insyaallah hanya di sini yang masih menggunakan ke tratonan adalah Insan Cendikia Pamekasan,” paparnya.
Sebagai penutup, Ketua Yayasan Darussalam menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah meminjamkan tempat untuk pelaksanaan wisuda perdana.
“Insyaallah nanti wisuda yang akan datang, kami akan tetap mengundang bapak Wakil Bupati sebagai tuan rumah dan dukungannya. Semoga putra-putri kami, anak didik kami merasa senang dan gembira tidak kehilangan semangat untuk pemerintah,” pungkasnya. (dim/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




