Konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Blitar Kota.
KOTA BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polres Blitar Kota bersiaga lebih dini menyambut tradisi tahunan atau yang biasa dikenal dengan sebutan 'sah-sahan' perguruan silat di malam Satu Suro tahun ini. Polisi tak sekadar mengerahkan personel, tapi juga membangun jembatan komunikasi.
Maklumat Satu Suro resmi disebarluaskan. Isinya tegas, soal tata tertib bagi anggota perguruan silat yang ingin mengikuti prosesi sah-sahan di wilayah hukum Polres Blitar Kota.
BACA JUGA:
- Siswi 14 Tahun di Kota Blitar Diduga Jadi Korban TPPO, Polisi Selidiki Jaringan Pelaku Mucikari
- Diduga TPPO, Siswi 14 Tahun di Kota Blitar Jadi Pemuas Pria Hidung Belang, Polisi Amankan Mucikari
- Sudah Ditutup Permanen, Perlintasan Kereta Api di Srengat Blitar Kembali Telan Korban Jiwa
- Penipuan Uang Mainan Sasar Pedagang Lansia di Blitar, Polisi Buru Pelaku
“Kami juga menginisiasi kesepakatan bersama antarperguruan," kata Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar, Kamis (12/6/2025).
Ia menyebut, seluruh ketua umum perguruan silat di Kota Blitar menandatangani komitmen damai demi menjaga kondusivitas.
Namun di tengah upaya damai, 6 remaja ditangkap aparat usai terlibat aksi pengeroyokan yang melukai 2 orang. Peristiwa yang terjadi di Jalan Kalimas, Blitar, itu bermula dari cekcok antara dua kelompok pemuda di perempatan Jalan Kawi.
“Dua dari pelaku merupakan oknum perguruan silat. Informasi awal, korban pun berasal dari perguruan berbeda. Mereka memakai kaos silat saat kejadian, dan mengakui keterlibatan," kata Samsul.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa langkah preventif kepolisian dari patroli hingga komunikasi aktif menjadi tembok terakhir sebelum konflik membesar. (ina/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




