Petugas saat melayani pelaku UMKM untuk konsultasi pengurusan izin usaha berupa NIB, PIRT, merk, BPOM serta sertifikasi halal. (Ist).
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Bupati Hanindhito Himawan Pramana dari tahun ke tahun terus memberikan perhatian bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kediri.
Tahun 2025 ini ada 5.446 UMKM yang diberikan bantuan modal untuk pengembangan usaha.
BACA JUGA:
- Di Pertemuan Rutin Himasal dan Lim, Gus Qowim: Ulama dan Umara Harus Sinergi dengan Masyarakat
- Ular Piton 2 Meter Muncul di Pekarangan Rumah Warga, Damkar Pos Grogol Kediri Lakukan Evakuasi
- Ketua Caretaker DPD AMPI Ajak Gen Z Lestarikan Kuliner Legendaris Berbumbu Rempah
- Pengukuran Ulang Jadi Solusi Sengketa Tanah di Tawang Kediri
Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri, Santoso, secara detail menyampaikan, bantuan permodalan bagi pelaku UMKM perseorangan itu penyalurannya diberikan dengan mekanisme bantuan sosial.
"Pemberian bantuan modal ini sebagai upaya yang dilakukan Dhito untuk pengembangan usaha teman-teman pelaku UMKM," katanya, Rabu (11/6/2025).
Bantuan yang diterima bervariatif antara Rp500 ribu sampai Rp5 juta, menyesuaikan kebutuhan pengembangan usaha tiap pelaku UMKM.
Hingga saat ini dari 5.446 sebanyak 1.882 UMKM sudah menerima realisasi penyaluran bantuan.
Bantuan untuk usaha mikro, lanjutnya, juga diberikan kepada kelompok dalam bentuk alat produksi dengan mekanisme hibah.
Pada tahun 2025 ini dari target 33 kelompok sudah terealisasi 3 kelompok dengan nilai antara Rp20-50 juta.
Penyaluran bantuan usaha tersebut, lanjut Santoso lagi, terus digelontorkan tiap tahun baik melalui anggaran APBD maupun lewat program corporate sosial responsibility (CSR) perusahaan.
Penyaluran paling banyak diakui terjadi pada 2021 sebagai upaya untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang mana saat itu penyaluran melalui bantuan sosial diberikan kepada 8.327 UMKM.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




