“Para mahasiswa diyakini ke depan akan menjadi pengambil kebijakan baik di tingkat pemerintahan atau perusahaan. Karenanya, melalui Eco Campus, para mahasiswa yang memiliki pandangan jauh ke depan, diharapkan mampu menerapkan apa yang dipelajari sekarang untuk masa mendatang,” tegas Musdiq.
Selain itu, tambahnya, di beberapa kampus juga telah dilengkapi dengan fasilitas berupa pusat studi penelitian. Jadi, melalui eco campus, dan dengan diimbangi ketersediaan perlengkapan penelitan, diharapkan mahasiswa ini nantinya menjadi penemu di bidang lingkungan hidup.
Kini, masalah lingkungan hidup tidak selalu tentang tanaman, kualitas air dan udara. Banyaknya jurusan di lingkungan universitas diharapkan juga menjadi aspek pendukung dalam penentuan standart lingkungan kedepannya. “Jika di jurusan aristektur, mahasiswa mampu membuat bangunan ramah lingkungan. Jika di jurusan teknik mesin, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan mesin ramah lingkungan,” imbuhnya.
Jika penilaian Eco Campus tahun ini masih sekitar kebersihan lingkungan, cara kampus mengurangi sampah, hingga pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. Maka, Eco Campus ke depan diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan, dan energi terbarukan.










