Salah satu jalanan di Desa Kalitengah yang terendam luapan Sungai Bengawan Jero.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Luapan Sungai Bengawan Jero dalam sepekan terakhir telah mengakibatkan akses jalan utama antar desa di Kecamatan Kalitengah terendam hingga 40 cm.
Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan siswa yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut.
BACA JUGA:
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Viral Isu Dugaan Perselingkuhan Camat Karanggeneng, Ini Kata Sekda Lamongan
- Upaya Pertahankan Swasembada Pangan, Pemkab Lamongan Siapkan Langkah Atas Kekeringan
Sejak Rabu (28/5/2025) pagi, ruas jalan utama di Desa Bojoasri, terendam banjir akibat luapan sungai, dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 40 sentimeter sepanjang 200 meter.
Menurut Saikhu, salah satu warga setempat, kondisi ini telah berlangsung lebih dari sepekan.
"Selama tahun 2025 ini, banjir luapan Sungai Bengawan Jero telah terjadi sebanyak empat kali, dan saat ini menjadi yang terparah," katanya, Kamis (29/5/2025).
Banjir ini tidak hanya merendam akses jalan, tetapi juga menggenangi setidaknya seribu hektare lahan tambak budidaya ikan milik petani.
Banyak ikan budidaya yang hanyut terbawa arus banjir, membuat petani hanya bisa pasrah dengan kondisi yang ada.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




