Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat memberikan sambutan di acara Coaching dan Pendampingan PTKI LPPD, Pamekasan, Madura. (Ist)
Sementara itu, Khofifah menekankan bahwa akses beasiswa bukan soal kuota, melainkan kesiapan institusi.
“Lima tahun terakhir, kami keliling dari Tapal Kuda sampai Madura. Banyak yang ingin mengakses beasiswa, tapi terganjal karena belum terakreditasi. Maka dari itu, akreditasi itu penting. Mahasiswa itu sah jika dikirim dari kampus yang sah pula,” ujar Khofifah.
Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Jatim membuka pintu seluas-luasnya untuk semua lembaga pendidikan, tanpa sistem jatah.
“Semua boleh mengakses, nggak pakai jatah-jatahan, yang penting memenuhi syarat, terutama akreditasi,” ungkap Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa santri memiliki peran krusial dalam pembangunan bangsa, tidak hanya sebagai penjaga moral dan spiritual, tetapi juga sebagai calon pemimpin masa depan.
“Santri adalah aset intelektual bangsa. Dengan pendidikan tinggi, mereka akan menjadi generasi visioner yang berakhlak dan berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Khofifah menekankan bahwa pesantren adalah pusat pembentukan karakter unggul.
“Kita sedang menyiapkan SDM yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas. Pesantren adalah tempat terbaik untuk mencetak generasi seperti ini,” tegasnya.
Kegiatan pendampingan ini menjadi yang pertama dilakukan di Madura dalam lima tahun terakhir, dan diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan lebih luas dari institusi pendidikan keagamaan di Pulau Garam dalam berbagai program strategis Pemprov Jatim, terutama di sektor pendidikan. (dim/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




