Prolanis Jadi Solusi Tepat untuk Pengelolaan Penyakit Kronis

Prolanis Jadi Solusi Tepat untuk Pengelolaan Penyakit Kronis Salah satu pasien saat diperiksa petugas. Foto: Ist

Sementara itu, Pimpinan Klinik Elshadai di Kediri, Sifera, turut menyambut positif pelaksanaan Prolanis. Ia menyatakan bahwa partisipasi aktif peserta dalam Prolanis memberikan perubahan nyata.

“Kami melihat peserta menjadi lebih peduli terhadap kesehatannya. Senam Prolanis setiap bulan, misalnya, menjadi sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus mendorong semangat mereka untuk hidup lebih sehat,” ucapnya.

Lebih dari itu, ia menyoroti pentingnya dukungan psikososial. Prolanis dinilai turut membuka ruang bagi peserta untuk saling berinteraksi dan menjalin silaturahmi dengan sesama penderita penyakit kronis, yang dapat menjadi dukungan emosional yang sangat dibutuhkan.

“Banyak peserta yang merasa lebih termotivasi karena adanya komunitas sesama penderita. Mereka bisa saling berbagi pengalaman dan tips pengelolaan penyakit. Ini bukan sekadar program kesehatan, tapi ruang untuk saling menguatkan," tuturnya.

"Kami merasa senang dapat berperan dalam memberikan edukasi kepada peserta tentang bagaimana cara hidup sehat dengan penyakit kronis. Prolanis memberikan pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya pemeriksaan kesehatan tetapi juga dukungan psikologis dan sosial melalui berbagai kegiatan yang kami adakan,” imbuhnya.

Sifera menjelaskan, peserta JKN yang memiliki riwayat diagnosis diabetes mellitus tipe 2 atau hipertensi dapat mendaftar di FKTP tempat mereka terdaftar. Program ini terbuka untuk semua peserta yang memenuhi kriteria penyakit kronis tersebut, sehingga mereka dapat segera mendapatkan manfaat dari layanan yang disediakan.

“Peserta JKN dengan diagnosis hipertensi atau diabetes melitus tipe 2 yang terdaftar di FKTP dapat mendaftar Prolanis secara langsung," ujarnya.

Setelah terdaftar, mereka akan dibimbing oleh Tim Pengelola Prolanis FKTP untuk mengikuti jadwal layanan, termasuk: Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, Edukasi rutin tentang gizi dan aktivitas fisik, Konsultasi dengan tenaga medis, Pelayanan obat kronis serta Aktivitas sosial seperti senam dan silaturahmi,” pungkasnya. (uji/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO