Kepala Dinas PU SDA Jatim, Baju Trihaksoro, saat meninjau lokasi saluran dari Bendungan Boreng, Lumajang.
“Karena sudah sekitar 7 tahun tidak teraliri air, maka saluran-saluran ke sawah itu terbengkalai, ada yang sudah sangat dangkal, ada yang penuh tanaman liar, dan ada yang rusak-rusak ataupun jebol. Maka hal itulah yang sedang kita perbaiki dan kita kebut pengerjaannya,” paparnya.
Kegiatan telah diawali dengan melaksanakan survei bersama dan penelusuran jaringan. Kegiatan tersebut telah dilakukan pada tanggal 28 Maret 2025. Tim telah diterjunkan khususnya untuk mengasesmen kondisi di lapangan.
“Jika saluran semua sudah bersihkan, dinormalisasi maka Bendungan Boreng mampu mengalirkan debit sebesar 1.476 liter per detik. Dan ini sangat cukup untuk mengairi sawah masyarakat, karena pada dasarnya kebutuhan untuk mengairi 306 ha sawah yang ada di sana hanya 550,8 liter per detik,” kata Baju.
Renovasi Bendungan Boreng dilakukan menggunakan dana APBD Jatim 2024 senilai Rp13,1 miliar. Tujuan renovasi DAM Boreng untuk memulihkan aliran air ke lahan pertanian di 3 desa, sekaligus upaya memulihkan produktivitas pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan di kawasan itu.
Diresmikannya DAM Boreng membawa kabar baik bagi petani dan masyarakat sekitar. Sebab, sudah lebih dari 4 tahun petani tidak bisa bercocok tanam secara optimal.
Penyebabnya, DAM Boreng jebol sehingga air dari Kali Asem yang merupakan sumber air daerah irigasi tidak bisa dibendung dan dialirkan melalui jaringan irigasi yang ada. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




