Gubernur Khofifah saat meninjau longsor di Jalan Sumber Brantas-Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Penanganan longsor secara teknis menggunakan biosoil engineering yaitu perbaikan tebing tanah dentan sistem terasering dengan penahan tanah menggunakan bambu dan diatasnya ditanami gebalan rumput vetifer.
Rencananya bronjong akan dibangun setinggi 70 m sepanjang 40 m di area terdampak tanah longsor Melalui Dinas PU Bina Marga Prov. Jatim.
"Tujuannya untuk memberikan penguatan kontur tanah yang ada. Maka ada tiga pohon disini akan ditebang agar terasering itu bisa dilakukan," ucap Khofifah.
Sedangkan, di sisi jurang pada kiri jalan, ia mengatakan akan dilakukan mekanisme penguatan termasuk pembangunan tanggul. Hal itu untuk memberikan rasa aman pada masyarakat yang melintas di jalur tersebut.
Proses pembuatan terasering sendiri disebutnya memerlukan waktu satu bulan. Untuk itu, ia menegaskan akan terus dilakukan koordinasi mendalam dengan berbagai pihak kaitan penutupan-pembukaan jalan selama proses pengerjaan.
Selain perbaikan akses jalan, guna menambah sistem keamanan di sepanjang akses Cangar-Pacet tersebut, akan diberlakukan bentuk peringatan berbasis digital atau Early Warning System (EWS).
Khofifah mengatakan, dari pintu masuk Taman Hutan Raya R. Soerjo di wilayah sesungguhnya telah banyak terpasang warning atau peringatan bagi para pengguna. Namun dengan keberadaan EWS ini nantinya diharapkan bisa memberikan pengamanan ganda bagi para pengguna jalan.
"Tentu dilihat di titik-titik strategis yang memberikan warning kepada masyarakat yang juga terkonfirmasi dengan pihak kepolisian untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat kaitan jalan ditutup. Pokoknya kita bersama-sama menjaga rasa aman semua merasa nyaman dan tidak ada kekhawatiran terhadap hal yang tidak kita inginkan," paparnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




