Ilustrasi. Foto: Freepik
Baik laki-laki maupun perempuan dianjurkan melantunkan takbir ketika berada di rumah, jalan, masjid, pasar, atau tempat lainnya. Waktunya dimulai dari terbenamnya matahari pada malam hari raya hingga imam melakukan takbiratul ihram shalat hari raya atau Id. Perintah ini berlaku untuk dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha.
Sementara takbir muqayyad adalah takbir yang dilantunkan khusus di hari tertentu bulan Dzulhijjah dan Idul Adha, seperti mengiringi shalat, dibaca setelah melaksanakan shalat fardhu atau sunnah.
Waktunya adalah hanya setelah sholat subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga ashar pada hari Tasyriq terakhir (13 Dzulhijjah).
Contoh bacaan takbir:
اللهُأَكْبَرُكَبِيْرًاوَالحَمْدُلِلّٰهِكَثِيْرًاوَسُبْحَانَالِلّٰهِبُكْرَةًوَأَصِيْلًالَاإلٰهَإِلَّااللهُوَلَانَعْبُدُإِلَّاإِيَّاهُمُخْلِصِيْنَلَهُالدِّيْنَوَلَوْكَرِهَالكَافِرُوْنَلَاإلٰهَإِلَّااللهُوَحْدَهُصَدَقَوَعْدَهُوَنَصَرَعَبْدَهُوَهَزَمَالاَحْزَابَوَحْدَهُلَاإلٰهَإِلَّااللهُوَاللهُاَكْبَرُ
Allähu akbar kabira, walhamdu lillāhi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila, lã ilãha illallãhu wa lā na'budu illà iyyahu mukhlishina lahud dina wa law karihal kafirun, lã ilãha illallähu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzãba wahdah, lã ilãha illallähu wallähu akbar.
Artinya, "Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar." (mg4)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






