Hadiri Sertijab Bupati Bojonegoro, Pesan Gubernur Jatim: 6 Bulan RPJMD Selesai dan Susun Quick Win

Hadiri Sertijab Bupati Bojonegoro, Pesan Gubernur Jatim: 6 Bulan RPJMD Selesai dan Susun Quick Win Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro

Kemudian juga menyebut tentang quick win kedua yang berkaitan dengan menuntaskan kasus TBC dan membangun rumah sakit lengkap berkualitas di wilayah kabupaten.

"Bagaimana kita bersama-sama bisa memberantas tuberkolosis dan menyediaka fasilitas layanan kesehatan yang lengkap berkualitas," sebutnya.

Kemudian Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyerukan tentang Asta Cita keempat yang berkaitan dengan membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten.

Ia mengungkapkan bahwa di Bojonegoro ada sekolah unggulan milik Pemprov Jatim yang juga sebagai upaya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Pantura.

"Kita ingin bahwa ada pemerataan sekolah-sekolah unggulan terutama yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim, sekarang kita mengembangkan di daerah Pantura ini, di Bojonegoro, dengan SMAN Taruna Pamong Praja," terangnya.

"Mari kita bersama-sama bersiap menyiapkan SDM unggul dan handal untuk menyambut Indonesia emas 2045," ajaknya.

Indikator Kesejahteraan Masyarakat

Di sisi lain, Gubernur juga meminta kepada lebih memperhatikan pencapaian indikator makro kesejahteraan masyarakat. Antara lain pertumbuhan ekonomi Kab. Bojonegoro Tahun 2024 sebesar 1,67% yang jauh lebih rendah dari nasional dan provinsi.

"Bagaimana cara mendorongnya lewat cara apa dan dengan varian-varian program seperti apa, saya rasa itu harus didiskusikan secara serius agar pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro ini terus terdongkrak secara lebih signifikan," sebutnya

Dan yang tak kalah penting juga terkait Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kab. Bojonegoro Tahun 2024 sebesar 4,42%menurun dari sebelumnya sebesar4,63% di tahun 2023. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2023 Kabupaten Bojonegoro mencapai 71,80. Sedangkan pada tahun 2024, mengalami peningkatan mencapai 72,57.

"Penurunan kemiskinan yang mudah-mudahan bisa segera dilakukan secara lebih signifikan, juga upaya peningkatan IPM. Ini adalah hal-hal yang memang harus dilakukan kerja secara sistemik dan programatik oleh dan bersinergi dengan berbagai elemen," jelasnya.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah kemiskinan penduduk Kab. Bojonegoro yang persentasenya mengalami penurunan dari 12,18 persen per Maret 2023 menjadi 11,69 persen per Maret 2024.

Meski demikian tingkat kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro merupakan tertinggi ke sebelas di Jawa Timur.

"Saya rasa kita membangun ekosistem yang kondusif untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan, peningkatan IPM yang lebih signifikan, penurunan kemiskinan yang juga lebih signifikan," tegasnya. (dev/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO