Puluhan massa saat mendatangi kantor DPRD Kabupaten Kediri. foto: dendi martoni/BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Puluhan buruh pabrik rokok Tajimas CV Top Teen Tobaco, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (28/9) pagi melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor gedung DPRD Kabupaten Kediri. Puluhan buruh yang dirumahkan secara sepihak oleh perusahaan tersebut meminta upah yang belum dibayarkan selama 3 bulan segera dilunasi.
Puluhan wanita buruh rokok Tajimas ini di depan kantor DPRD Kabupaten Kediri membawa poster meminta permasalahan upah yang belum di lunasi oleh perusahaan segera di selesaikan. Selain itu, para buruh ini juga meminta kepada pemerintah agar kasus pemecatan sepihak ini tidak dilakukan oleh perusahaan lainnya. Pasalnya, di pabrik rokok Tajimas pihak manajemen melakukan pemecatan kepada buruh secara tidak prosedur.
BACA JUGA:
- Bupati Dhito Temui Tersangka Pembakaran dan Penjarahan Kantor Pemkab di Polres Kediri
- Demo di Kediri Berujung Terbakarnya Gedung Pemda, Dewan, dan Kantor Polisi
- Demo Berujung Anarkis, Kantor DPRD Kota dan Kabupaten Kediri Dibakar Massa
- Petani Puncu Tolak Pematokan Lahan Eks HGU, Kantah Kabupaten Kediri Siap Evaluasi Data Fasos
"Tahunya kami ada lembaran di papan pengumuman. Kami disuruh memilih 2 opsi dicicil uang Rp 5 Juta disuruh berhenti dan dipekerjakan lagi serta yang kedua disuruh berhenti bekerja," tutur Purwanti.
Purwanti selama bekerja hampir 5 tahun, tidak pernah mendapatkan gaji yang memenuhi standart pada umumnya yakni UMK. Ia bekerja di pabrik rokok Tajimas hanya mendapat gaji 1 bulan Rp 800 ribu. "Saya belum pernah digaji sesuai UMK," jelas dia.
Selama 3 bulan di rumahkan para buruh ini belum mendapatkan kompensasi upah yang terbayarkan."Tidak saya saja, semua yang ikut demo ini nasibnya sama belum dapat gaji," tandasnya. (kdr1/rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




