Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.
Ini adalah atraksi Tuhan yang serba bisa. Mencipta manusia dari rahim nenek-nenek tak ada masalah. Mencipta manusia dari seorang gadis tanpa hubungan seks, juga bisa.
Mencipta manusia tanpa ayat juga bisa seperti Hawwa’ dan mencipta manusia tanpa bapak dan tanpa ibu juga bisa, seperti Adam A.S. “.. Huw ‘alay Hayyin”. Bagi-Nya, itu kecil.
Sejarah mencatat bahwa Maryam adalah gadis super pingitan, kamarnya khusus dan sangat eksklusif, letaknya di area masjid.
Tanpa teman, tanpa alat komunikasi. Hanya dengan Tuhan saja dia WA-an dan chatting. Secara berkala, sang paman datang mengetuk pintu, nyambangi, dan menyodorkan makanan.
Sering kali sang paman dibuat terkejut. Betapa tidak, ternyata di kamar Maryam sudah tersedia makanan aneh, sementara sang paman tidak merasa mengirim. Bahkan tersedia buah segar yang saat itu bukan musimnya. Omong punya omong, katanya kiriman dari surga.
“Wa al-laty ahshanat farjaha..”. Wanita itu menjaga kemaluannya. Farj, artinya lubang, yang kemudian dipakai istilah untuk alat kelamin wanita, vagina.
Kita sering manamakan “kemaluan”. Sebab, malu rasanya jika itu dilihat orang lain. Makanya, kemaluan tersebut mesti dijaga, ditutupi. Lubang ditutup agar tidak dimasuki benda haram. Dan kemaluan ditutupi agar tidak memalukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




