Para nara sumber Seminar Nasional Usulan Pahlawan Nasional KH Abbas Bin Abdul Jamil Buntet Cirebon di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, Jumat (21/2/2025). Foto: MMA/bangsaonline
BANDUNG, BANGSAONLINE.com – KH Abbas Bin Abdul Jamil Buntet Cirebon diusulkan sebagai pahlawan nasional. Pengusulan itu dibahas dalam Seminar Nasional Usulan Pahlawan Nasional KH Abbas Bin Abdul Jamil Buntet Cirebon di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, Jumat (21/2/2025).
Seminar itu menampilkan cukup banyak nara sumber. Yaitu Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu), Prof Dr Usep Abdul Matin, Wakil Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) dan Prof Dr Rosihon Anwar, Rektor Sunan Gunung Jati Bandung.
BACA JUGA:
- Hari Ini Munas Ikapete dan Festival Pesantren Tebuireng 2026 Digelar
- 3.300 Santri Tebuireng Ikuti Mudik Bareng Idulfitri
- Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama Versi Masehi, Ribuan Peserta Ikut Napak Tilas Bangkalan-Jombang
- Empat Pelawak Sowan Kiai Asep, Tessy Bangkrut karena Narkoba: Kadir Pernah 1 Tahun di Tebuireng?
Pembicara lain adalah Prof Dr KH Ajid Thohir, TP2GD Provinsi Jawa Barat, Dr Aguk Irawan, novelis, tokoh agama, Dr M Fathi Royyan, Peneliti BRIN, dan Dr Anis Mansur, pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon, yang menyampaikan sambutan mewakili keluarga Kiai Abbas.
Menurut Kiai Asep, Kiai Abbas sangat layak dianugerahi gelar pahlawan nasional. Sebab Kiai Abbas dikenal luas sebagai ulama yang sangat besar jasanya dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kiai Abbas dikenal sebagai ulama sakti dan panglima perang dalam pertempuran 10 November Surabaya,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim.
Kiai Asep lalu mengutip pernyataan KH Muhammad Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan) yang mengungkap bahwa Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari sempat menunda serangan pada tentara Inggris di Surabaya karena menunggu kedatangan Kiai Abbas.
“Gus Irfan kan menyatakan bahwa Hadratussyaikh menunda serangan karena menunggu kedatangan Kiai Abbas,” kata Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, semula para kiai dan santri akan melakukan serangan pada 6 November. Tapi Hadratussyaikh menunda karena Kiai Abbas belum datang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




