"Pemerintah daerah harus terbuka terhadap kritik, oleh karena itu melalui workshop ini kita berharap dapat memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah, wartawan, dan dewan pers. Kita ingin menciptakan hubungan baik, kerja sama yang berkualitas, artinya tidak saling mengkerdilkan satu sama lainnya," ujarnya.
Senada dengan Pj. Bupati, Plt. Kepala Diskominfo Pamekasan, Taufikurrahman menyampaikan, workshop yang digelar mengacu terhadap peraturan menteri komunikasi dan informasika nomor 4 tahun 2024 tentang penyelenggaraan pemerintahan urusan konkuren di bidang komunikasi dan informatika.
Tujuannya memberikan gambaran kemitraan yang efektif antara pemerintah daerah dengan instansi lainnya, termasuk dengan media.
"Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati hari pers nasional (HPN) 2025," terangnya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Pers, M. Agung Dharmajaya mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Diskominfo Pamekasan dan berharap kerja sama yang terjalin dapat terus ditingkatkan.
"Perlunya adab, etika, dan tabayun dalam mencari dan mengumpulkan informasi pemberitaan. Komunitas pers untuk terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas profesionalisme," tandasnya.
Hadir dalam acara tersebut, Pj. Bupati Pamekasan Masrukin, Wakil Ketua Dewan Pers Mohammad Agung Darmajaya, Anggota Dewan Pers, Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri, Totok Suryanto serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan, camat, perwakilan BUMN, BUMD, perwakilan lembaga pendidikan, guru, perwakilan organisasi wartawan, hingga perwakilan kepala desa. (bel/dim/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




