Dari kiri, Sulthon (penulis), Erwan, Erwin, dan Nyoman saat foto di depan tenda milik pendaki lain di Pos 3 Pondokan. Foto: BANGSAONLINE.com
BANGSAONLINE.com – Cerita ini merupakan kelanjutan dari bagian satu. Agar paham dengan alur cerita, maka kami sarankan untuk membaca pengalaman tersesat di Gunung Arjuna bagian satu di sini.
Pos 3 Pondokan
BACA JUGA:
- Pemula Wajib Tahu! Begini Cara Hemat Air saat Mendaki Gunung
- Jangan Sampai Dehidrasi, Begini Persiapan Mendaki Gunung Saat Puncak Musim Kemarau
- Antisipasi Kondisi Darurat, Begini Cara Buat Sinyal SOS Saat Tersesat di Gunung
- Seorang Pendaki asal Jember Terjatuh saat Lakukan Pendakian di Gunung Saeng Bondowoso
Sebelumnya telah saya sampaikan, bahwa pada saat itu jalur Arjuna via Tretes tidak terdapat percabangan sama sekali. Hanya ada satu jalur yang cukup lebar dan dipenuhi bebatuan untuk menuju puncak.
Kami sampai di Pos 3 Pondokan pada sore hari, dan memutuskan untuk bermalam di sini. Ini memang kesalahan kami, karena kurang koordinasi di awal, karena ternyata Erwan dan Erwin tidak membawa tenda. Sedangkan tenda yang saya bawa haya berkapasitas dua orang, untuk saya dan Nyoman.
Apa boleh buat, kami tidak saling menyalahkan, hanya saja kita harus tidur secara bergantian.
Pagi hari sebelum terjebak ranjau
Cuaca pagi hari saat itu begitu cerah, tidak ada tanda-tanda hujan sama sekali. Hal pertama yang kami lakukan adalah, menjemur pakaian yang basah karena hujan semalam, sembari menunggu masakan matang.
Setelah semua persiapan telah selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju Lembah Kidang, salah satu tempat favorit pendaki ketika di Arjuna. Konon, tempat ini diberi nama Lembah Kidang karena dahulu banyak sekali kijang yang melintas.
Tapi entah kemana perginya hewan-hewan itu, karena beberapa kali saya ke Arjuna, tidak pernah menjumpai hewan bertanduk panjang itu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




