Kepala BMKG Kalianget Sumenep, Ari Widjajanto
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dari Geofisika (BMKG) Kalianget Sumenep Ari Widjajanto memaparkan faktor penyebab cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur khususnya di Kabupaten Sumenep
Menurutnya, peningkatan curah hujan dipengaruhi Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby, sehingga mengaktifkan monsun asia dan angin baratan yang mengakibatkan beberapa wilayah di Jawa Timur mengalami cuaca ekstrem.
BACA JUGA:
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
"Sejak 30 tahun lalu, berdasarkan perhitungan BMKG sudah membagi zona musim berdasarkan karakter hujannya, diantaranya zona puncak musim penghujan," Katanya. Rabu (29/01/2025).
Namun jelas Ari, zona hujan akan bisa berubah-ubah, tergantung dengan kondisi astmosfer yang terjadi.
"Masyarakat tetap waspada serta mengecek lingkungan masing-masing seperti membersihkan saluran drainase, sedangkan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut maupun para nelayan juga harus selalu mengupdate informasi cuaca dan ketinggian gelombang di BMKG Kalianget Sumenep," pungkasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




