Ngaku Pelayan, Gus Fahmi Nangis saat Launching Majelis Istighatsah dan Ngaji Kitab At Tibyan

Ngaku Pelayan, Gus Fahmi Nangis saat Launching Majelis Istighatsah dan Ngaji Kitab At Tibyan KH Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi) saat menyampaikan sambutan dalam Grand Launching Majelis Istighatsah dan Ngaji Kitab At Tibyan di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Sabtu (21/12/2024). Foto: MMA/bangsaonline

Putra KH Hadzik Mahbub dan Nyai Hj Khadijah Hasyim itu mengaku istiqamah datang ke berbagai daerah bertemu alumni Pesantren karena berharap barokah. Di atas panggung bahkan Gus Fahmi sempat menangis karena haru. Ia mengucapkan terima kasih kepada para alumni yang selama ini sangat antusias merawat majelis ini secara istiqamah.

Sebelumnya, Dr KH Ahmad Mustain Syafii, Ketua Dewan Masyayikh Pesantren , juga menyampaikan sambutan. Pengasuh rubrik Tafsir Al Quran Aktual di HARIAN BANGSA itu sempat bererita tentang Kitab At Tibyan yang menekankan silaturahim dan persatuan.

Selain Kiai Mustain, KH Abdul Hadi Yusuf Masyhar, Pengasuh Pesantren Madrasatul Quran Jombang, juga menyampaikan sambutan.

Diantara para alumni Pesantren asal Madura yang hadir dalam acara Grand Launching Majelis Istighatsah dan Ngaji Kitab At Tibyan di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Sabtu (21/12/2024). Foto" bangsaonline.

Sementara dari dzuriyah Hadratussyaikh, selain Gus Fami juga tampak KH Hasyim Abdul Karim (Gus Aying), cucu Hadratusssyaikh dan yang lain.

Hadratussyaikh selain dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan pendiri Pesantren juga pejuang kemerdekaan RI yang telah dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno.

Kitab At Tibyan fin Nahyi ‘an Muqata’atil Arham wal Aqarib wal Ikhwan, merupakan salah satu karangan Hadratussyaikh. Kitab ini membahas tentang pentingnya rekonsiliasi nasional.

Memang Hadratusssyaikh menulis kitab ini dalam rangka mewujudkan rekonsiliasi organisasi dan tokoh pada awal kebangkitan nasional. Hadratussyaikh menekankan bahwa silaturahim adalah ibadah utama, sedangkan memutus silaturahim dan kekerabatan sosial adalah perbuatan dosa dan tercela.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO