Selain itu, dengan memahami sejarah, maka akan mendorong generasi muda untuk lebih menghargai keragaman budaya dan berperan aktif dalam menjaga keutuhan bangsa.
"Dengan memahami sejarah, mereka dapat melanjutkan cita-cita para pendahulu untuk mewujudkan bangsa yang lebih maju dan berkeadilan," terangnya.
"Untuk itu, di era digital saat ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempelajari sejarah. Salah satunya melalui konten yang dibagikan di media sosial. Jadi, tidak ada alasan generasi muda tidak mempelajari sejarah, karena bisa dipelajari baik dengan buku, kunjungan ke museum, sampai dengan akses media sosial," pungkasnya.
Dikutip dari situs resmi Kemdikbud, adanya peringatan Hari Sejarah Nasional berawal dari kegiatan Seminar Sejarah Nasional pada tanggal 14-18 Desember 1957 di Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh pihak Universitas Gajah Mada dan Universitas Indonesia.
Seminar Sejarah Nasional tahun 1957 diadakan untuk mengumpulkan berbagai pendapat dan saran sebagai bahan pertimbangan menyusun sejarah nasional Indonesia. Penyusunan ini bersifat ilmiah dan harus dapat dipertanggungjawabkan. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




