Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, saat menyapa para pekerja dalam kunjungannya ke PT Mustikatama Group Lumajang.
LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, menyapa para pekerja dalam kunjungannya di PT Mustikatama Group Lumajang, Rabu (13/11/2024). Dalam agenda tersebut, ia disambut langsung oleh Direktur Utama PT Mustikatama Group, Abdullah, bersama jajaran direksi.
Di sana, Khofifah meninjau proses produksi di beberapa unit, mulai dari pengolahan dan pembersihan gabah, meninjau proses produksi hingga packing beras. Beras di di PT Mustikatama Group Lumajang dipacking mulai ukuran 5 kg, 10 kg dan 25 kg.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Selain itu, Khofifah juga melihat proses produksi plywood, mulai dari pembahanan merangkai bahan kayu yang sudah dipanasi untuk dirangkai menjadi plywood untuk dekorasi dinding rumah.
“Kita bisa lihat di sini bagaimana PT Mustikatama memiliki banyak unit usaha. Tadi kita melihat ada pengolahan dan pengemasan beras. Kami tadi sudah tanya bahwa suplai padinya aman, terutama kalau musim panen, suplainya akan melimpah dan disimpan stok untuk digiling seperti saat ini ketika usai musim panen,” kata Khofifah.

Menurut dia, di kepemimpinannya di periode pertama, Dirut Mustikatama kerap memberinya masukan terkait penggunaan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk kimia. Hal itu akan mengurangi penggunaan pupuk subsidi, dan meningkatkan kualitas produksi serta menjaga kelestarian alam.
Pun begitu dengan unit usaha produksi plywood, di mana produk Mustikatama ini 70 persennya sudah ekspor. Industri ini dikatakan Khofifah sangat prospektif untuk dikembangkan karena padat karya dan menyerap banyak tenaga kerja.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




