Camat Puncu, Firman Tappa, saat menemui warga Desa Satak. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
Di hadapan warga, Firman berjanji akan mempertemukan warga dengan pihak Perhutani agar permasalahan ini segera selesai. Sedangkan Eko membantah telah mengingkari hasil mediasi yang dilakukan di Kantor Kecamatan Puncu pada 1 November 2024, yang mana sesuai kesepakatan menyebut lahan Perhutani langsung dibagikan besoknya (2 November 2024), walaupun tidak semuanya.
"Lahan kan perlu ditata setalah tebangan (pohon), saat mematok lahan kami juga didampingi oleh Muspika),"tegas Eko.
Diberitakan sebelumnya, Perwakilan warga Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur telah dipertemukan dengan pihak LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Budi Daya Satak di Kantor Kecamatan Puncu, Jumat (1/11/2024) lalu.
Usai mediasi di Kantor Kecamatan Puncu, Eko Cahyono, Ketua LMDH Budi Daya Satak, mengatakan, bahwa pada intinya hasil pertemuan menyepakati lahan perhutani akan dibagikan secara merata kepada warga baik yang sudah menjadi anggota LMDH maupun yang belum.
"Kita sudah sepakat, lahan untuk dibagikan merata. Namun sebelum lahan dibagi, (jumlah warga ) akan diverifikasi bersama, biar tidak tumpang tindih. Yang anggota LMDH ikut LMDH. Warga masyarakat yang belum masuk LMDH, ikut kelompoknya Pak Nurul Budianto," ucap Eko.
Sampai berita ini diterbitkan, aksi warga masih berlangsung di Kantor Kecamatan Puncu. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




