Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, saat memberi sambutan.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, menjadi narasumber dalam sarasehan di STAI As-Sibaweihi di Pondok Pesantren Nurul Wafa Besuki pada Selasa (22/10/2024).
Di hadapan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Wafa, KH. Hafidh Sibawayhie; Ketua Sekolah Tinggi Islam Ahmad Sibawayhie, KH. Abdul Fatah, Lc., M.SEI; dan banyak tamu yang hadir, Khofifah secara khusus mendorong santri dan pesantren untuk mewujudkan kemandirian melalui kewirausahaan.
BACA JUGA:
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
Sebab, ditegaskannya dengan santri dan pesantren berdaya secara ekonomi maka kemampuan untuk membangun kekuatan di sektor lain akan mengikuti dengan mudah.
“Itulah mengapa lima tahun yang lalu, ketika kami dilantik di periode pertama kami menggagas program One Pesantren One Product (OPOP). Program ini mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi di tiga pilar, santripreneur, pesantrenpreneur dan sociopreneur,” tegasnya.
Masing-masing memiliki peran dalam pengembangan ekonomi berbasis pesantren yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pesantren saja, melainkan juga berdampak bagi masyarakat sekitar pondok pesantren.
“Dalam pelaksanaannya kita juga melibatkan pentahelix yang melibatkan Perguruan Tinggi, Pelaku Usaha, Komunitas, lembaga keuangan, Pemerintah dan Media. Program OPOP diharapkan berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di dalam maupun di sekitar pesantren,” tegasnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




