Menurutnya, literasi digital harus menjadi bagian dari pendidikan modern. Perpustakaan bisa menjadi salah satu fasilitas bagi siswa untuk menggunakan teknologi secara cerdas dan bijak.
"Salah satunya perpustakaan bisa memanfaatkan teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) untuk menciptakan pengalaman membaca dan belajar yang lebih interaktif dan menarik. Teknologi ini dapat membuat buku-buku menjadi lebih hidup dan relevan dengan dunia siswa saat ini," jelasnya.
"Tidak hanya itu, dengan sistem manajemen digital, perpustakaan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan koleksi, peminjaman, dan pengembalian buku, serta memberikan layanan yang lebih cepat kepada siswa dan guru," imbuhnya.
Lebih lanjut menurutnya, perpustakaan berbasis digital memungkinkan siswa mengakses buku dan materi pembelajaran kapan saja, tanpa terbatas oleh waktu dan tempat.
Untuk itulah pentingnya transformasi perpustakaan dari tempat penyimpanan buku menjadi ruang kreatif yang interaktif dan menarik bagi siswa.
"Kita harus terus berinovasi bagaimana membuat perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan dan edukatif bagi siswa, serta menjadi pusat literasi yang dinamis di sekolah. Jangan sampai siswa merasa perpustakaan tempat yang membosankan," katanya.
"Jadikan perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk membaca, tetapi juga pusat kreativitas. Menyediakan ruang untuk diskusi, pelatihan keterampilan, atau kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan literasi akan menjadi daya tarik bagi siswa untuk datang ke perpustakaan," pungkasnya. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




