Potongan video calon Bupati Blitar saat meminta dukungan ke Badan Permusyawaratan Desa.
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Salah satu pasangan calon Bupati Blitar diduga melakukan aksi meminta dukungan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memilih mereka dalam pesta demokrasi November mendatang. Permintaan dukungan itu diutarakan dalam pertemuan pasangan calon bupati Blitar itu dengan BPD se-Kabupaten Blitar di salah satu hotel.
Padahal, peraturan perundang-undangan telah memerintahkan Kepala Desa, Perangkat Desa, dan Anggota BPD, harus bersikap netral. Mereka dilarang berafiliasi, membuat atau memberikan sikap yang berpihak pada salah satu peserta pemilu.
BACA JUGA:
- Ditetapkan sebagai Paslon Terpilih, Sanusi-Latifah Siapkan 100 Miliar untuk Program Prioritas
- KPU Situbondo Kirim Surat Penetapan Paslon Terpilih ke DPRD, Mahbub: Siap Gelar Rapat Paripurna
- Sidang Gugatan Pilkada Gresik di MK, KPU Sudah Siapkan Jawaban
- Yani-Alif Tunjuk Enam Kuasa Hukum untuk Hadapi Sidang Gugatan di MK
Pasangan calon bupati dan wakil bupati petahana itu diduga terang-terangan rela menabrak aturan, demi kemenangannya dalam Pilkada 2024. Dalam acara itu, secara lantang calon Bupati Blitar nomor urut 2 Rini Syarifah mengajak para anggota BPD untuk memilihnya dalam pesta demokrasi.
"Saya (Rini Syarifah) dan Mas Ghoni minta doa restu dukungan panjengengan semua. Siap berjuang nggih, lanjutkan dua periode," ucap Rini dalam video tersebut, dan dikutip BANGSAONLINE.com, Rabu (9/10/2024).
Ia juga mengklaim pembangunan jalan, khususnya di Blitar Selatan, merupakan hasil negosiasinya dengan Pemerintah Pusat. Tak hanya itu, di depan para anggota BPD, Rini Syarifah juga menyanjung Abdul Ghoni, dan menyebutnya sebagai 'wong pusat'.
Hal tersebut diucapkan Rini Syarifah sebagai iming-iming kepada para anggota BPD agar mau memilihnya.
"Apa lagi Mas Ghoni ini wong pusat. Anggaran dari pusat kita tarik ke sini, jadi tenang saja soal pembangunan," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




